Sabtu, 04 Februari 2012

Nabi Isa a.s dengan orang mabuk cinta

Nabi Isa a.s dengan orang mabuk cinta

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya." Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."

Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah." Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ. Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.

Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.

1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia ingin mendapat sanjungan dari manusia.
3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima dan lupa kepada yang lima :

1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

MERAIH KEMENANGAN DENGAN CARA YANG BENAR

MERAIH KEMENANGAN DENGAN CARA YANG BENAR



Kondisi ummat Islam dewasa ini sungguh amat memprihatinkan. Berbagai cobaan telah menimpa mereka. Penindasan, pembantaian, pemrkosaan, dan pengusiran telah menggoncangkan negeri-negeri mereka. Wajah-wajah pucat pasi dan penuh rasa pesimis ditemukan di berbagai tempat, seolah-olah kemenangan Islam hanyalah impian.

Melihat fenomena semacam ini, sangat disayangkan ternyata di dalam kubu ummat Islam terjadi perbedaan sikap. Ada yang hanya bisa menjerit dan meratapi keadaan tanpa bisa berbuat apa-apa, ada yang malah menutup mata karena merasa bukan urusannya. Ada juga yang bermodal semangat tanpa ilmu membangkitkan ummat Islam untuk bergerak dengan seribu satu cara, tidak peduli, benar atau salah yang penting tercapailah cita-cita. Sehingga bukan kemenangan yang diraih tapi malapetaka semakin merajalela, lalu bagaimana solusinya ?

Ada beberapa cara yang benar untuk meraih kemenangan ummat Islam yang harus segera dilakukan.

Pertama, Bersatu di atas satu jalan di bawah naungan Al-Qur'an dan Al-Hadits yang shahih dengan mengikuti contoh para shahabat Nabi dalam memahami dan mengamalkannya. Prinsip ini berpijak pada Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 102: "Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah (agama Islam) dan jangan berpecah belah."

Nabi  juga telah memberi wasiat kepada para shahabatnya tentang prinsip yang harus tetap mereka pertahankan sepeninggal beliau: "Sesungguhnya, siapapun dari kalian yang masih hidup (sepeninggalku), maka ia akan melihat banyak perselisihan. Untuk itu wajib atas kalian berpegang teguh dengan tali sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk, pegang;ah erat-erat dan   gigitlah dengan gigi geraham. Disamping itu, hendaklah kalian menjauhi prkara-perkara baru dalam agama, karena setiap perkara baru dalam agama itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat." (H.R. Abu Dawud dan Ima Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' nomor 2546).

Mendengar wasiat ini bergetarlah hati mereka, tanpa disadari air mata merekapun bercucuran, sungguh berat beban yang harus mereka pikul apalagi tanpa didampingi oleh Nabi yang sangat mereka cintai. Namun mereka tidak larut dalam kesedihan. Dengan gagah berani mereka bangkit melaksanakan wasiat Nabinya, menegakkan sunnah memberantas bid'ah. Akhirnya Islam menjadi jaya di masa mereka. Tidakkan kita berusaha mencontoh mereka ?

Kedua,  Beriman dan beramal shalih. Prinsip ini mengacu pada firman Allah Surat An-Nur ayat 55 yang artinya: "Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih di antara kalian, bahwa Dia akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan ummat sebelumnya berkuasa, agama yang diridhoi-Nya akan dimenangkan, keadaan mereka yang ketakutan akan diganti dengan rasa aman. Mereka tetap menyembah-Ku dan tidak berbuat syirik. Barangsiapa tetap kafir setelah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."

Untuk mencapai target maksimal pelaksanaan prinsip yang kedua ini, kita harus segera melakukan dua program. Program Tashfiyyah (pemurnian syariat Islam) dan program Tarbiyyah (pendidikan Islam). Program Tashfiyyah dititikberatkan pada pemberantasan syirik, bid'ah dan maksiat yang masih meracuni keyakinan dan amal perbuatan ummat Islam. Sedangkan program Tarbiyyah dititikberatkan pada materi dan sistem pendidikan yang dikaitkan dengan syariat Islam sejak usia dini dan tidak terpengaruh sedikitpun dengan sistem pendidikan ala Barat. Sehingga tampillah sosok generasi Rabbani yang lurus aqidahnya, sesuai dengan sunnah amalan dan prinsipnya serta tegar dalam menghadapi segala masalah. Bila hal ini terwujud maka Allah telah berjanji: "Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (Agama) Allah, maka Allah akan menolong kalian dan mengokohkan langkah dan kedudukan kalian." (QS. MuhammadL 7).

Ketiga, Berjihad di jalan Allah dengan harta dan nyawa di bawah bendera Al-Qur'an dan Sunnah shahihah. Bila ummat Islam telah mencontoh para shahabat Nabi dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur'an dan Sunnah lalu berusaha mencetak generasi Rabbani yang tangguh, maka langkah selanjutnya adalah merapikan barisan dan mempersiapkan segala kekuatan untuk berjihad menegakkan agama Allah di muka bumi melawan hawa nafsu, melawan syaithan, melawan orang-orang kafir dan munafiq dengan harta dan nyawa kita sampai Allah Ta'ala membei kemenangan. Nabi  mengingatkan: "Bila kalian (lebih senang) berjual beli dengan sistem Riba, memegang ekor-ekor sapi, bercocok tanam dan tidak mau berjihad, niscaya Allah akan timpakan kehinaan atas kalian dan dia tidak akan mencabut kehinaan itu, sampai kalian mau kembali ke jalan (Agamamu)."  (H.R. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani dan As-Shahihah nomor 11).

Hadits ini menyoroti keadaan ummat Islam yang terbuai dengan gemerlapnya dunia, melupakan ajaran agama dan sudah tidak peduli dengan jihad di jalan Allah sehingga mereka diinjak-injak oleh musuh tanpa terasa dan  tanpa dapat  berbuat apa-apa. Beliau  lalu memberikan solusinya dengan kembali ke jalan agama yang benar dan berjihd di jalan Allah sampai meraih kemenangan.

Tiga prinsip inilah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, senantiasa berdoa dan bertawwakal kepada Allah Ta'ala agar kemenangan ummat Islam segera menjadi kenyataan, bukan sekedar impian. Ya allah, Tuhan kami ! Karuniakanlah kami kesabaran, kokohkan langkah dan kedudukan kami dan tolonglah kami untuk segera mengalahkan orang kafir! Wallahu Musta'an !

MEMENUHI SERUAN ALLAH DAN RASULULLAH

MEMENUHI SERUAN ALLAH DAN RASULULLAH



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada apa yang memberi kehidupan. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nya lah kalian akan dikumpulkan" (QS. Al-Anfal (8): 24).

Para Mufassir (Ahli Tafsir) menjelaskan tentang makna ayat tersebut sebagai berikut: Imam Mujahid rahimahullah berkata: "Yang dimaksud dengan Firman Allah: Apa yang memberi kehidupan kepada kalian adalah Al-Haq (Kebenaran)." Imam Qatadah berkata: "Maksudnya adalah Al-Quran, yang di dalamnya terdapat kehidupan, keyakinan, keselamatan, perlindungan di dunia dan di akherat." Imam As-Sudi juga berkata: "Maksudnya adalah Islam, karena Islamlah yang menghidupkan mereka setelah mereka mati oleh kekufuran."

Sementara itu, Ibnu Ishaq dan Urwah bin Az-Zubair rahimahumullah berkata: "Maksudnya tertuju kepada peperangan, yang dengannya Allah memuliakan kalian dari kehinaan, mengokohkan kekuatan kalian setelah kelemahan, dan menumbuhkan ketegaran kalian dalam menghadapi musuh setelah mereka (para musuh itu) yang memaksa kalian." Al-Imam Al-Wahidy menyatakan: "Banyak orang (di kalangan ulama mufassirin) yang mengartikannya dengan jihad. Ini juga merupakan pendapat Ibnu Ishaq dan lain-lainnya dari kalangan ahli bahasa." Al-Farra' juga berkata: "Apabila Rasul menyuruh kalian untuk menghidupkan urusan kalian dengan berjihad memerangi musuh ...." Yang dimaksud adalah mencari kekuatan dengan perang dan jihad. Andaikan kaum muslimin meninggalkan jihad, urusan mereka tentu akan menjadi lemah, lalu musuhlah yang akan menguasai mereka. (lihat Kitab Fawa'idul Fawaid karya Ibnul Qoyyim Al-KJauziyyah tentang tafsir Surat Al-Anfal ayat 24).

Pembaca yang budiman, berdasarkan penjelasan para ulama tentang makna ayat tersebut di atas, wajiblah bagi kita untuk memenuhi seruan Allah Ta'ala dan seruan Rasul-Nya yang salah satu bentuknya dengan berjihad fii sabilillah. Jihad inilah yang paling banyak memberikan andil untuk memberikan kehidupan bagi kita di tiga alam sekaligus, yakni di dunia, di alam barzah dan di akhirat.

Selagi kita di dunia, kekuatan dan kekuasaan kita terhadap musuh-musuh agama ini hanya dapat dilakukan dengan berjihad. Sedangkan di alam barzah (alam kubur), Allah Ta'ala memberikan kenikmatan dan kebahagiaan bagi para syuhada sebagaimana dalam Firman-Nya: "Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang gugur di Jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu sebenarnya hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang masih belum menyusul mereka (yakni yang masih hidup di dunia dan tetap berjihad di Jalan Allah, pent.), bahwa tidak ada kekuatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati." (QS. Ali Imron (3): 169-170).

Selanjutnya ketika di akhirat, maka bagian kehidupan dan nikmat yang diperoleh orang-orang yang berjihad dan yang mati syahid (para syuhada) lebih besar daripada selain mereka. Karena itulah Al-Imam Ibnu Qutaibah rahimahullah mengartikan "apa yang memberi kehidupan kepada kalian" adalah mati syahid. Sedangkan mufassir lain mengartikannya surga, karena surga merupakan kehidupan yang kekal dan penuh kenikmatan

Yang pasti, ayat tersebut di atas (QS. Al-Anfal ayat 24) memberikan pengertian tentang semua makna itu, yakni bahwa Iman, Islam, Al-Quran dan Jihad fii Sabilillah dapat memberikan kehidupan yang baik bagi setiap manusia. Dan semua pengertian ayat tersebut berkisar pada satu hakikat, yakni melaksanakan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam baik yang berupa Al-QUran maupun sunnah-sunnah beliau secara lahir maupun batin akan membawa pada kehidupan yang berbahagia di dunia dan di akhirat.

Pembaca, mari kita penuhi seruan Allah dan seruan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam berjihad di jalan-Nya, baik dalam bentuk mengorbankan jiwa raga, harta benda dunia maupun kehidupan kita secara umum. Mari kita pelihara iman kita, jangan biarkan terkoyak oleh segala bentuk kesyirikan dan kekufuran. Mari kita ber-Islam secara benar, dengan mengamalkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah semampu mungkin, mudah-mudahan Allah Ta'ala memberikan kebahagiaan abadi bagi kita di dunia dan di akhirat nanti. Amin, ya mujibus sailin. Wallahu a'lam bis showwab.

Membngaun Benteng Ukhuwwah

Membngaun Benteng Ukhuwwah

"Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR.Bukhari)

Betapa kuatnya korelasi antara ukhuwwah Islamiyah dengan 'iman'. Sampai-sampai Rasulullah saw mensyaratkan kecintaan kepada saudara sesama muslim sebagai salah satu unsur pembentuk iman. Iman sejati menghajatkan suatu rajutan persaudaraan di jalan Allah yang kokoh.

Karena itu eksistenti ukhuwwah berbanding lurus dengan kondisi iman seseorang atau sekelompok jamaah. Ia adalah barometer untuk mengukur pasang surutnya keimanan. Semakin solid suatu ikatan persaudaraan fillah, makin besar peluang untuk dikategorikan sebagai mukmin sejati (mu'minul al haq). Sebaliknya, ikatan bersaudara di jalan Allah ini bila rapuh, akan mengindikasikan suatu hakekat keimanan yang juga masih rendah tingkatannya. Begitulah yang diajarkan oleh Rasulullah saw untuk mengejar nilai keimanan di hadapan Allah dengan cara mencintai saudara sesama mukmin sebagai mana mencintai diri sendiri.

Tentang ukhuwwah Islamiyah, kita sudah terlalu sering mendengar, Dua kata ini nyaris telah menjadi klasik dalam rentang perjalanan sejarah kaum muslimin. Berpuluh buku telah ditulis tentangnya. Berhelai makalah telah diseminarkan. Perbincangan dan diskusi-diskusi keummatan tak pernah sepi mengurai soal ukhuwwah Islamiyah. Apalagi di tengah situasi di mana ummat mengidap penyakit kronis bernama iftiraq (keterpecahan) yang akut, dimana masing-masing kelompok merasa lebih Islami ketimbang saudara sesama kelompok yang lain, maka term ukhuwwah menjadi sering disebut. Dan dalam kenyataannya, kosa kata ini hampir tak bisa diceraipisahkan dari tubuh perjuangan dakwah ummat Islam. Ia adalah bagian fundamental dari keberadaan kaum muslimin sebagai sebuah ummat. Ia merupakan karakter khas dari kehidupan sosial kaum muslimin sepanjang sejarah.

Ukhuwwah Islamiyah adalah cara hidup komunitas muslim yang disemangati oleh persaudaraan akidah, dengan senantiasa menjadikan mahabbah (saling cinta), ikhtiram (saling menghormati), ta'awun (saling menolong) serta itsar (mengutamakan kepentingan saudaranya) sebagai pilar-pilar pokok.

Yang menjadi pertanyaan adalah di mana sebenarnya letak nukleus, inti pokok dari lingkaran amal ukhuwwah Islamiyah tersebut. Di manakah ruh dari semua aktivitas mencintai saudara sesama muslm sebagimana mencintai diri sendiri itu? Indikator apa yang mesti ada untuk menakar shahih tidaknya sebuah persaudaraan di jalan Allah?

Syahdan, ketika bergolak medan peperangana Yarmuk, ada kisah emas tentang bagaimana ruh ukhuwwah sejati ditampilkan shahabat. Diketengahkan oleh al-Qurthubi tentang pengalaman seorang shahat Rasulullah saw, "Aku bermaksud mencari keponakanku. Hendak kuberi minum ia pada saat-saat akhir menjelang ajalnya. Aku katakan padanya, 'minumlah air ini.' Dia menganggukan kepala. Sejurus kemudian terdengar rintihan memelas shahabat di sampingnya, penuh belas kasih. Keponakanku mengisyaratkan agar aku menemuinya. Ah, ternyata Husein bin 'Ash. 'Minumlah ini', kataku sambil menyodorkan air yang tadi kubawa. Husein menganggukan kepala. Namun berbarengan dengan itu terdengar seseorang disampingnya mengerang kehausan. Husein menyuruhku agar memberikan air kepada orang tersebut. Ketika kutemui shahabat tadi, ia sudah gugur. Lantas aku bergegas kepada Husein, iapun telah gugur. Kemudian aku menuju keponakanku, dan...ia pun telah pulang ke pangkuan Rab-nya." (Al-Ukhuwwah al-Islamiyah, takwin as-Syaksyiyah al-Insamiyah, Dr.Abdullah Nashih Ulwan).

Sementara itu, di episode lain dari sekian puluh kejadian-kejadian sirah (sejarah) Rasulullah dan pada shahabat; adalah Abdurrahman bin Auf yang muhajirin (berasal dari Makkah) dan Sa'ad bin Rabi' yang anshar (dari Madinah). Selayaknya kaum Muhajirin yang meningalkan kampung halaman tanpa banayak perbekalan, Ibnu Auf mulanya jelas terbilang miskin. Sebaliknya, Sa'ad bin Rabi' adalah aghniya, hartawan dengan kekayaan meimpah. Keduanya dipersaudarakan Rasulullah saw. Terjadilah dialog dengan muatana ruh ukhuwwah Islamiyah sejati antara keduanya. Berkata Sa'ad, "Akhi, aku adalah penduduk Madinah yang kaya. Pilih separo hartaku dan ambillah! Dan aku punya dua istri, pilih yang menarik hatimu, biar nanti kucerai salah satunya hingga engkau bisa memperistrikannya."

Dengan penuh kasih Abdurrahman bin Auf menjawab, "Semoga Allah merahmatimu, harta dan istri-istrimu. Sekarang, tolong tunjukkan di mana letak pasar, biar aku bisa berdagang."

Dua penggal kisah di atas menarik untuk dicermati. Bukan saja karena memiliki nilai yang luhur, tetapi lebih dari itu kisah-kisah semacam ini memiliki isyarat-isyarat tertentu yang bisa digali sebagai bahan pelajaran masa kini. Yang dimaksud adalah, dengan melihat tampilah ukhuwwah para shahabat, kita menjadi tahu latar belakang peristiwa-peristiwa persaudaraan Islami tersebut.

Latar belakang dari babak kehidupan para shahabat tersebutlah yang mestinya diurai hingga orang jadi mengerti psiko-sisial yang memicu lahiarnya ukhuwwah Islamiyah. Kita harus banyak-banyak memahami keadaan apa yang meruanglingkupi fenomena ukhuwwah generasi awal Islam sehingga mereka benar-benar mampu mencintai saudara sesama muslim seakan-akan mencintai diri sendiri.

Kalau dicermati, fenomena persaudaraan para shahabat itu senanataiasa dimulai dengan keikhlasan untuk memikul sekian keprihatinan perjuaangan. Pementasan ukhuwwah Islamiyah para shahabat berada di sebuah panggung kehidupan yang bernama "Jihad di Jalan Allah". Kejadian-kejadian dahsyat dalam sejarah tadi beruang lingkupkan atmosfir penegakkan kalimat Allah dalam pengertian yang sebenar-benarnya.

Pribadi-pribadi yang bertemu dalam forum ukhuwwah Islamiyah adalah pribadi-pribadi yang telah memiliki kesamaan pemahaman terhadap problematika ummat, sadar terhadap kewajibannya sebagai muslimin taat. Mereka mempunyai kepedulian tinggi, terlibat dan sense of bilonging (rasa memiliki) terhadap nasib ummat. Mereka terkondisi untuk selalu memikirkan bagaimana dakwah harus dijalankan. Terikat satu sama lain dalam tugas suci meninggikan kalimat Allah. Ini dilakoni oleh mereka dalam segala suasana: sedih, tragis, suka, untung atau mengharukan. Semuanya dikerjakan secara bersama senasib dan sepenanggungan.

Padahal semua mafhum betapa jalan dakwah yang dilalui para shahabat tadi penuh dengan situasi rumit. Onak duri selalu menghadang. Himpitan-himpitan "ipoleksosbuthankam" dari kaum musyrikin, teror fisik dan mental, tanggungan perasaan karena kurangnya harta, menumpuknya hutang dan situasi-situasi tragik lain; adalah kejadian sehari-hari yang mereka alami. Dalam kondisi seperti itulah ukhuwwah Islamiyan shahabat nabi digelar. Di forum semacam itulah ukhuwwah antara Abdurrahman bin Aur dan Sa'ad bin Rabi' terjadi.

Menyimak latar belakang itu, wajar jika para shahabat begitu spektakuler dalam menampilkan ruh ukhuwwah Islamiyah. Ini terjadi ternyata diawali oleh pra kondisi yang mengundang perasaan heroik. Suasana perjuangan yang mengharukan. Beban tanggung jawab yang sama terhadap kebenaran menjadikan mereka saling bahu membahu satu dengan yang lain.

Dengan ini maka solidaritas yang dibangun adalah yang mengarah pada visi keummatan. Bukan silidaritas kelompok yang justru bisa menghambat lahirnya ukhuwwah. Pada akhirnya, egoisme golongan dapat ditekan sekecil mungkin atau dimusnahkan. Ketika tidak lagi berpikir tentang kelompok, kemudian mengarahkan keterlibatannya pada hal-hal besar yang dihadapi ummat, menanggung keperihatinan-keperihatinan bersama atas kondisi dakwah; kita lebih mungkin berbicara soal ukhuwwah Islamiyah sejati. Tanpa adanya pra kondisi ini, tanpa mewujudkan lebih dahulu kesadaran terhadap perjuangan dakwah, rasa-rasanya ukhuwwah sejati akan sulit diwujudkan. Atau paling tidak akan sulit meraih ruhnya.

Firman Allah berikut ini bisa kita renungi:"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman(Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka dan mereka tidak menaruk keinginan dalam hati merekaterhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka(orang-orang muhajirin) dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."(QS.Al-Hasyr: 9)

Begitulah ukhuwwah yang romantik, yang menggetarkan hari dan perasaan. Ia terjadi dari pancaran iman yang ikhlas dan pengembaraan jihad yang panjang. Wallahu a'lam.

Mulyono

KIAT JITU BERPIKIR KREATIF


KIAT JITU BERPIKIR KREATIF

 

1.   Ingatlah kesuksesan di masa lalu, baik yang biasa maupun yang menakjubkan.

Jika pernah berhasil, kita tahu akan mampu melakukannya lagi. Ingatlah tentang hal itu pada saat menggarap suatu tantangan.

2.   Yakinlah bahwa hal ini bisa menjadi hari terobosan.

Jalani hari dengan keyakinan bahwa sesuatu dapat terjadi untuk mengubah segalanya. Dengan cara itu, jika sesuatu itu benar-benar muncul, maka kita akan siap menerimanya.

3.   Latihlah kreativitas dengan permainan-permainan mental.

Otak, seperti bagian tubuh yang lainnya, berfungsi lebih lancar jika selalu dijaga dalam keadaan prima. Inilah beberapa saran agar otak selalu prima :

-     Pikirkanlah kembali penggunaan barang-barang lama.

-    Lihatlah kejadian sehari-hari, dan susunan uraian kisah  tentang peristiwa-peristiwa yang memunculkannya.

-     Isilah teka-teki silang dan permainan kata lainnya.

-    Temukan peribahasa-peribahasa yang dapat kita gunakan untuk menjelaskan sesuatu pada seseorang.

-     Pikirkanlah berbagai cara untuk mengatakan hal yang sama.

-    Tontonlah acara televisi dengan mematikan suaranya, dan cobalah memperkirakan apa yang dikatakan orang dalam acara itu.

Kita juga dapat mencoba salah satu permainan mental yang ada di toko-toko.

4.   Ingatlah bahwa kegagalan membawa kepada keberhasilan.

Banyak ilmuwan dunia yang termashur bergelut dengan solusi-solusi gagal yang tak terhitung jumlahnya sebelum menemukan satu yang berhasil. Beranilah untuk mengambil resiko salah agar mencapai keberhasilan.

5.   Raihlah impian dan fantasi kita.

Seringkali mimpi dan fantasi merupakan hasil dari pikiran bawah sadar kita yang bekerja untuk mendapatkan solusi suatu masalah. Berikan nilai untuk hal-hal tersebut, walaupun semua itu tampak tidak berhubungan karena gagasan-gagasan aneh dapat memunculkan solusi inovatif dan revolusioner.

6.   Biarkan kesenangan memasuki berbagai segi kehidupan.

Bermainlah! Ini membuat sifat kanak-kanak dalam diri kita muncul dan memberikan wawasan segar. Kita pun akan menjadi lebih kreatif jika kehidupan kita seimbang antara bekerja dan bermain.

7.   Kumpulkan pengetahuan dari tempat lain.

Ketika bekerja dengan situasi yang menantang, lihatlah tempat-tempat lain dalam kehidupan kita dan cobalah untuk melihat kesamaan-kesamaannya. Mungkin sesuatu yang berhasil untuk suatu jenis masalah dapat digunakan untuk masalah yang sedang kita hadapi sekarang ini.

8.   Lihat situasi dari semua sisi.

Bayangkan diri kita secara fisik berada di bawah sedang menatap ke atas, dari atas melihat ke bawah, dari belakang melihat ke depan, dari dalam melihat keluar, dan dari sudut pandang semua pihak yang terlibat. Hal ini membuat kita mampu melihat situasi tersebut dari jendela-jendela baru dan dapat memberikan wawasan yang kita butuhkan untuk pemecahan masalah secara kreatif.

9.   Bebaskan pikiran dari asumsi.

Asumsi dapat menyembunyikan solusi.

10. Ubahlah posisi sesering mungkin.

Jika kita duduk di belakang meja, pergilah keluar dan berbaringlah di atas rumput. Atau, jika kita berada dalam ruang konferensi di kantor, bertukartempatlah dengan orang lain atau berdirilah. Mengubah posisi berarti mengubah pandangan terhadap berbagai hal, dan perubahan posisi mungkin akan menghasilkan perubahan sikap mental.***

KEMATIAN HATI

KEMATIAN HATI
BY.KH Rahmat Abdullah, Ketua Yayasan Iqro'

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat
merindukan kekasih.
Sayang.......ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera
pergi
Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.
Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama.
Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan.
Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.
Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin hanya untuk berhenti
pada ilmu.
Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan.
Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap
ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudhu di dingin malam,
lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat
panjang.
Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam
hatimu
tak ada apa-apa.
Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati
jernih,
Bahwa engkau adalah seorang sholeh,alim,abid lagi mujahid,
Lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.
Asshiddiq Abu Bakar Ra..... selalu gemetar saat dipuji orang.
"Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka
janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka
dan ampunilah aku lantaran ketidak tahuan mereka"
ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana,
Lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi.
Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya,
Bahkan sebagian menyebut-nyebutnya.
Ada orang yang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak.
Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal lalu merasa banyak amal
Dan menyalahkan orang yang beramal karena kekurangan
Atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya
Atau tidak mau kalah dan tertinggal dibelakang para pejuang.
Mereka telah menukar kerja dengan kata.
Dimana kau letakkan dirimu ?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing.
Begitu kerap engkau bergetar dan takut.
Sesudah pengalaman dan ilmu bertambah,
Engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar,
Semua sudah jadi biasa....tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu
Sehingga getarannya yang tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan
engkau meni'matinya ?
Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan.
Usia berkurang bannyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi.
Rasa malu kepada ALLAH...........dimana kau kubur dia ?
Diluar sana rasa malu tak punya harga.
Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah
Atau bahkan melalui penawaran langsung.
Ini potret negerimu :
228.0000 remaja mengidap putau
dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina
dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks diluar nikah
asal jangan dengan perkosaan.
Mungkin engkau mulai berfikir,
"Jamaklah bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau
laki-laki
atau sebaliknya........dicelah-celah rapat atau berdialog dalam jarak
sangat dekat
atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kuperlukan
sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh"
Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu
Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV
Thagut" menyiarkan
Segala 'kesombongan jahiliyyah dan maksiat' ?
Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan,
Karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan
" Jika ALLAH melaknat laki-laki yang berbusana perempuan
dan perempuan berpakaian laki-laki,
apa menonton akting mereka tidak dilaknat ?
Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang paling berteriak
lantang
'Ini tidak islami' berarti ia paling islami ,
sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirim, tak ada ALLAH
disana ?
Sekarang engkau telah jadi kader hebat. Tak lagi malu-malu tampil
Justru engkau akan dihadang tantangan :
Sangat malu menahan tanganmu dari jabatan lembut lawan jenismu yang muda
dan segar
Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar
Dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang
Walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.
Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak melesat 1 milimiter,
Maka pada jarak 300 meter dia tidak lagi melenceng 1 milimeter lagi ?
Begitu jauhnya inhiraf dikalangan awam,
Sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.
Siapa yang mau menghargai ummat yang 'kiayi'nya membayar beberapa ratus
ribu
Kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi
Disebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan
'itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat saksiku'
dan sesudah itu ...... segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah ?
Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat
Dengan seorang perempuan muda artis penyanyi......lalu mengatakan
'ini anakku, karena kedudukan guru dalam islam adalah ayah,
bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua'
Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat
Lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah) ?
Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan itu kau masih aman
Dari kemungkinan jatuh ke lembah yang  sama ?
Apa beda seorang remaja menzinai teman sekolahnya
Dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas
da'wah-nya?
Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awan karena statusmu
Lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang
menyihir ?
Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini ?
Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.
Tengoklah langkah mereka di mal. Berapa besar sumbangan mereka kepada
modernisasi
Dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food
Semata-mata karena nuansa "westernnya".
Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh
Saat engkau tenggak minuman haram itu, dengan perasaan
'lihatlah, betapa Amerikanya aku'
Memang, soalnya bukan......Amerika atau bukan Amerika,
Melainkan apakah engkau punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai
Tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang bermerk.
Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke
kanan
Bila ia tidur di rel kereta, maka 300 juta rakyat India akan ikut
tertidur
disana.

Kini datang'pemimpin' ummat, ingin mengontrol harga diri dan gengsi ummat
dengan pameran mobil , rumah mewah, "toko emas berjalan" dan segudang
asesori.
Saat fatwa digenderangka, telinga ummat telah tuli
Oleh dentam berita hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana.
"Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah
payah.
Bila aku bosan.....aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih
memenuhi seleraku".



wassalamu`alaikum wr. wb.

Kalung Anisa

Kalung Anisa

Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang
ceria berusia Lima tahun. Pada suatu sore, Anisa
menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.
Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa
melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih
berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna
pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu
indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.
Tapi... Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan.
Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia
sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang
sudah disetujui untuk  dibeli.

Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya
kaos kaki ber-renda yang cantik.  Namun karena kalung
itu sangat indah, diberanikannya bertanya.
"Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh
kembalikan kaos kaki yang tadi.! .. "  Sang Bunda segera
mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya
tertera harga Rp 15,000.

Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh
harap dan cemas.Sebenarnya dia bisa saja langsung
membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak
konsisten... "Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki
Kalung ini.  Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih
tadi.  Dan karena harga kalung ini lebih mahal  dari
kaos  kaki itu,Ibu akan potong uang tabunganmu untuk
minggu depan.   Setuju ?"
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang
mengembalikan kaos kaki ke raknya. "Terimakasih...,
Ibu" Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung
mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak
cantik dan dewasa.  Dia merasa secantik Ibunya. Kalung
itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika
tidur.

Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau
berenang.  Sebab,kata ibunya, jika basah, kalung itu
akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...

Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan
cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika
selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya
"Anisa..., Anisa sayang nggak sama Ayah ?"
"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah!"
"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...
"Yah..., jangan dong Ayah !  Ayah boleh ambil 
"si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu kesayanganku
juga
"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !".  Ayah mencium
pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa. Kira-kira
seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan
cerita, Ayah bertanya lagi,  "Anisa..., Anisa sayang
nggak sih, sama Ayah?"
"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada
Ayah?".
"Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."
"Jangan  Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil
boneka Barbie ini.."Kata Anisa seraya menyerahkan
boneka Barbie yang selalu menemaninya  bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke
kamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya.
Ketika didekati, Anisa  rupanya sedang menangis
diam-diam.  Kedua tangannya tergenggam di atas
pangkuan. air mata membasahi pipinya..."Ada apa Anisa,
kenapa Anisa ?"
Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangan-nya.
Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara
kesayangannya
" Kalau Ayah mau...ambillah kalung Anisa" Ayah
tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan
mungil Anisa.  Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong
celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan
sebentuk kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan
kalung yang sangat disayangi Anisa..."Anisa... ini
untuk Anisa.  Sama bukan ? Memang begitu nampaknya,
tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi
hijau"

Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli
untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia
meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk
menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun,
kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif
dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap
amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila
harus kehilangan.  Untuk itulah perlunya sikap ikhlas,
karena kita yakin tidak akan Allah  mengambil sesuatu
dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang
lebih baik.

JAUHI RASA BENCI

JAUHI RASA BENCI

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Para Pembaca yang budiman yang dirahmati Allah swt
semoga Allah selalu membukakan pintu ilmu seluas luasnya. Amin

          Allah Maha Suci lagi Maha Pengampun
          Al Qur'an adalah sumber kebenaran, keadilan, ketenangan
          Nabi Muhammad saw adalah berhati bersih.

Setiap orang yang mempunyai rasa BENCI dalam hatinya, maka hidupnya
sehari hari tidak bahagia,tersiksa, alangkah ruginya orang demikian..

Ciri ciri orang yang mempunyai rasa benci dalam hatinya adalah;

  1. kalau berkata emosional, kata kata nya menyakiti hati orang,
  2. atau suka menyebarkan aib aib orang yang dibencinya.
  3. kalau sudah terlalu benci, ia mau membunuh orang itu..
  4. hidup selalu gelisah, karena memikirkan orang yang dibenci
  5. pikirannya tercurah, dan terkuras kepada orang yang dibenci
  6. Cahaya illahi atau cahaya kesuksesan hidup tertutup.
  7. hidupnya menderita, kelihatan dari air mukanya yang mengerunyut.
  8. kebencian kepada seseorang (gol.) mendorong perilaku tidak adil.
  9. Allah dan manusia tidak suka orang yang perilaku tidak adil.

Dalam pergaulan sehari hari,tidaklah semua orang yang bersifat mulia dan

terpuji. Waktu kecil saya pernah membenci seorang tetangga yang selalu
berbicara judes dan menyakiti. Kalau bertemu dengan dia, terasa sekali
hati tidak enak, gelisah. Kemudian timbul rasa benci pada dia.

Alhamdulillah, saya menemukan sebuah firman Allah dalam buku
pedoman hidup manusia,"Al qur'an " surat Al Kautsar ayat 3,
dan Al Maidah ayat 8;
"Sesungguhnya orang orang yang membeci kamu, dialah yang
terputus "rahmatnya" dan janganlah sekali kali "kebencianmu"
terhadap sesuatu mendorong kamu untuk tidak adil"

Yaa Allah ampunilah dosa dosa ku yaa Allah atas kelemahan
ketidak tahuan, aku takut yaa Allah terputusnya "rahmat"
yang Engkau berikan, berilah aku kekuatan untuk merobah
rasa "benci" menjadi    rasa  "kasih-sayang"  pada nya.

Pada suatu hari saya bertemu dengan dia, saya ucapkan
assalamu'alaikum wr wb dengan muka yang ceria dan
ramah tamah, saya merasa kaget dan gembira, dia menyam
but ku dengan senyum ingin bersahabat dengan ku.

Alhamdulillah, rasa benci dalam hati sudah berobah menjadi rasa
cinta atau kasih-sayang. Hati menjadi ringan tidak tersiksa, sebagai
mana dulunya. Kami sekarang berteman baik bertetangga.
Memang benar firman Allah swt. Rahmat dan nikmat mengalir
Allah Maha Tahu dan Maha Pengampun.

Sebuah contoh lagi dari negeri Sakura.
Saya merasa gagum sekali kepada masyarakat Jepang,
sebelumnya saya mengira, bahwa bangsa Jepang menyimpan
rasa "benci" kepada Amerika karena jutaan rakyatnya terbunuh
oleh Bom atom,dan kemudian menyerah kepada Amerika.

Tetapi ternyata apa yang saya lihat dan alami waktu saya berada
di Jepang, malah mereka dengaan hati yang besar malah mendekati
Amerika sebagai parner, teman dalam memajukan dan memakmurkan
rakyatnya, rahmat Allah mengalir terus menerus dari persahabatan
yang indah. Masha Allah Maha Benar Allah swt.
Selama ini kami tidak melihat mereka mengexperisikan di depan umum
atau demontrasi mencaci,menghujat,mengeluarkan kata kata yang
tidak sopan yang ditujukan ke Amerika.

Saya ingat orang bijak berkata: Nasi sudah menjadi bubur,
dari pada dibuang(dimusuhi) lebih baik dijadikan special bubur yang
enak.
Bukankah lebih baik demikian..? rahmat pun datang dari bubur itu
Demikianlah Jepang menjalankan strategi bermasyarakat, dengan meng
hilangkan rasa kebencian dari hati, yang timbul adalah banyak
manfaatnya.
Kalau rasa benci sudah lenyap dari hati, maka datanglah cahaya illahi
yang memberikan bermacam macam kreatifitas untuk mencapai kesuk
sesan dan kemakmuran rakyatnya, sampai sekarang.
Begitu pula bangsa Jerman.
Sekarang kedua negara itu menjadi negara yang makmur.

Bagaimana bangsa bangsa menanam kebencian kepada Amerika..?
bangsanya tetap menderita, karena rahmat Tuhan terputus.

Contoh dari Nabi besar Muhammad saw.
Seorang wanita yang benci kepada beliau, tapi beliau selalu mendoakan
dan menjaga silahturahmi dengan nya, akhirnya wanita itu masuk islam.
Khalifah Umar bin khatap jugalawan Nabi, tapi Nabi tidak menyimpan
dedap "benci" malah mendoakannya, akhirnya Umar a.s masuk islam.
Masih banyak lagi conto2nya.dari sari tauldan Nabi Muhammad saw.

Wahai teman2 seiman; marilah kita,dengan tahun baru 2002ini,
kita buka lembaran baru cara hidup kita, yaitu;tanpa mengeluarkan
kata kata menghujat, mencaci, mengkafirkan orang, menfitnah dll kepada
pihak siapa saja,golongan apa saja, agama apa saja.di depan umum,di TV
Masmedia, waktu demontrasi demontrasi dll.
Marilah berhati lembut,berhati mulia, berhati bersih, Allah pasti akan
menambahkan rahmatNya kepada kita semua. Amin.

Allah berfiram "aku jadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku,
berbeda
bahasa ( agama) dan kulit agar kamu dapat berlomba lomba berbuat
kebaikan."
Bukan saling bermusuhan dan saling menghujat...!

Firman Allah swt;
" Jika kamu betul betul mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya
Allah mengampuni dosa dosa mu" (QS.3:31)

" kecuali yang bisa menghadap Allah dengan hati yang bersih" (QS.26:86)
(artinya kalau hati masih kotor dengan kebencian,tidak akan bisa bertemu

denganAllah swt.)

"sesungguhnya beruntunglah orang orang yang mensucikan hatinya."
(QS.87:14)

"Ketahuilah, dalam tubuh manusia ada segumpal dagaing,
kalau daging itu rusak,rusaklah seluruh tubuh itu,
tapi kalu daging itu sehat maka sehatlah seluruh tubuh.".
(HR.Muslim Buchari)



Terimakasih
Wassalamu'alaikum wr wb.

Diam Itu Emas

Diam Itu Emas

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadipribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yangdisabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar
atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.
1. Jenis-jenis Diam
Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas,tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisipada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:
a. Diam Bodoh
Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu
pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya.
Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.
b. Diam Malas
Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan
berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.
c. Diam Sombong
Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicaratidak selevel dengannya.
d. Diam Khianat
Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksianyang menyelamatkan adalah diam yang keji.
e. Diam Marah
Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari perkataan keji
yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi
untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.
f. Diam Utama (Diam Aktif)
Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang
membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih
besardibanding dengan berbicara.

2. Keutamaan Diam Aktif
a. Hemat Masalah
Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.
b. Hemat dari Dosa
Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari kesalahan kata yangmenimbulkan kemurkaan Allah.
c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang
Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akanmengeraskan dan mematikan hati kita.
d. Lebih Bijak
Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi
sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak
dan arif.
e. Hikmah Akan Muncul
Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah bercahayanya qolbu,
memberikan ide dan gagasan yang cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan,
serta sikap dan perilakunya.
f. Lebih Berwibawa
Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan
menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.
Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:
1. Diam dari perkataan dusta
2. Diamdari perkataan sia-sia
3. Diam dari komentar spontan dan celetukan
4. Diam dari kata yang berlebihan
5. Diam dari keluh kesah
6. Diam dari niat riya dan ujub
7. Diam dari kata yang menyakiti
8. Diam dari sok tahu dan sok pintar
Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti,saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataanyaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah" puncak perkataan yang menghantarkan ke surga. Aamiin

YANG MEMBUAT BAHAGIA


YANG MEMBUAT BAHAGIA



            Menurut Myers, profesor psikologi di Hope College, Michigan, dan ED Diener, profesor psikologi di Universitas Illinois, banyak hal yang membuat orang bahagia, puas dengan hidupnya.

          Pertama, orang yang mencintai dirinya sendiri. Ia menghargai kelebihan dan kekurangannya, punya rasa percaya diri yang besar, dan menganggap dirinya lebih bermoral, pintar, dan sehat ketimbang orang lain. Itulah orang yang mencintai dirinya. Bagi orang seperti itu, dirinya adalah sumber inspirasi hidup yang terus menerus memberi arti bagi perjalanan hidupnya.

            Kedua, orang yang bahagia dapat mengendalikan dirinya. Mungkin itu sebabnya ia lebih bermoral dan sehat. Orang yang mampu mengendalikan dirinya tentulah ia akan berpikir lebih matang, lebih dewasa, dan tindakannya akan lebih memberi mamfaat bagi orang-orang disekitarnya.

            Ketiga, ia optimis. Orang yang optimis akan memandang masa depan senantiasa dalam kaca mata positif, akibatnya ia selalu bersikap optimis memandang masa depan penuh kebahagiaan.

            Dan keempat, berkepribadian terbuka. Hal ini akan membuat orang menjadi lebih ramah dan murah senyum, makanya orang yang ramah dan murah senyum cenderung hidup bahagia.

            Orang yang bahagia juga cenderung menikah lebih cepat, mendapat pekerjaan yang lebih baik, dan mempunyai lebih banyak teman ketimbang yang tidak bahagia. Begitu pula sebaliknya, mereka yang cepat menikah, punya banyak teman, dan pekerjaan baik akan merasa lebih bahagia ketimbang yang memilih hidup membujang. Namun para duda atau janda ternyata lebih tidak bahagia ketimbang yang hidup sendiri.

            Selain itu orang yang punya banyak teman jarang ditemukan mati muda karena terserang penyakit. Begitu pula dengan yang rajin menjalankan perintah agama. Survei yang dilakukan terhadap 166 ribu orang di 14 negara menunjukkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup meningkat sebanding dengan tingkat keimanan seseorang.

Sepuluh Sumber Energi Positif

Sepuluh Sumber Energi Positif

Sumber-sumber energy negatif, seperti ketegangan, stress dan kecemasan
dapat menguras energi anda. Berikut ini adalah sepuluh sumber
pembangkit energi positif yang akan dapat menaikkan tingkat energi
anda.

1-- Makanan Sehat
Pilihlah menu yang memang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh untuk
mencapai kinerja optimal. Bila perlu, berikan nutrisi yang baik. Dengan
mengembangkan menu pribadi yang menunjang kebutuhan, anda akan lebih
mampu menyesuaikan diri dengan gaya hidup sehat.

2--Berolahraga Dengan Gembira
Dengan menciptakan suasana olahraga yang menyenangkan dan menarik, anda
akan termotivasi untuk terus melakukan olahraga. Ingatkan diri anda
sendiri mengenai manfaat baik kebiasaan berolahraga sebagai bagian dari
pemeliharan tubuh sehari-hari. Jangan menganggap olahraga sebagai
sebuah pilihan. Mulailah sekarang juga dan lakukan eksperimen hingga
anda dapat menikmatinya. Bila anda bosan dan tidak tertarik lagi,
jangan berhenti, tetapi ubahlah.

3--Tidur yang Cukup
Tidur penting bagi tubuh agar anda dapat menikmati hidup ini secara
utuh. Tidurlah seusai kebutuhan tubuh. Ciptakan lingkungan yang
mendukung kualitas tidur yang paling efektif. Cobalah kebiasaan baru,
seperti, tidak menonton tv, tidak membaca buku atau menghindari
melakukan pekerjaan di atas tempat tidur. Jadikan ranjang tidur sebagai
tempat berisitriahat yang tenang untuk mengembalikan kebugaran tubuh.
Pastikan, kamar tidur anda menjadi tempat damai untuk anda sendiri.

4--Menentukan Batas-batas
Tentukan apa-apa yang terpenting bagi anda, dan mulailah berkata
"tidak" untuk hal-hal yang tidak penting. Pusatkan diri anda pada
prioritas agar anda dapat menggunakan waktu anda dengan baik dan
memenuhi hidup anda dengan sesuatu yang berharga. Kendalikan hidup dan
waktu anda dengan menyusun batas-batas yang jelas.

5--Berpikir Positif
Pikiran negatif dan kecemasan menguras energi anda. Berpikirlah
positif. Kekuatan berpikir seringkali terletak pada kemampuan untuk
menangkap kenyataan apa adanya. Bergaullah dengan mereka yang berpikir
positif.

6--Menulis Tujuan
Menuliskan tujuan dan harapan-harapan dapat membantu anda memusatkan
perhatian lebih jernih. Tuliskan secara spesifik dan sedetil mungkin.
Buatlah daftar tersebut mudah dipahami dan diingat agar anda dapat
menjaga pikiran-pikiran itu tetap hidup dalam benak anda.

7--Menyisihkan Toleransi
Terlalu toleran adalah salah satu sumber penguras energi bagi
kebanyakan orang. Identifikasikan dan sisihkan apa-apa yang anda
tolerir. Ini akan membebaskan anda sendiri dan meraih apa yang
benar-benar anda inginkan.

8--Membiarkan Mengalir
Tertawa, menangis, dan sebagainya. Lakukan apa yang dapat melepaskan
emosi anda.

9--Relaksasi Tubuh
Tubuh kita menyimpan tekanan dan kegelisahan yang tinggi. Apa pun yang
anda pilih, seperti, pijat, urut, terapi herbal, akupunktur, refleksi
dan macam-macam relaksasi tubuh, adalah cara-cara penting untuk
mengembalikan keseimbangan, melancarkan peredaran dan meningkatkan
tingkat energi anda.

10--Melakukan Sesuatu
Berhentilah berangan-angan. Mulailah melakukan apa yang ingin anda
lakukan atau sesuatu yang sangat menantang diri anda. Daripada
menggunakan energi anda untuk bermimpi dan memikirkan sesuatu, lebih
baik anda bertindak dan melakukannya.

(diadaptasi dari, "The Top 10 Positive Sources of Energy", Natalie Gahrmann, M.A.)

The Heart Donors

The Heart Donors

A doctor tells a rich old man that he's going to die if he
doesn't get a new heart soon.

The old man tells the doctor to search the world for the best
heart available, money is no object. A few days later the doctor
calls the old man and says he has found three hearts but they are
all expensive.

The old man reminds the doctor that he is filthy rich and
implores him to tell him about the donors they came from.

'Well, the first one belonged to 22 year old marathon runner,
never smoked, ate only the most healthy foods, was in peak
condition when he was hit by a bus. No damage to the heart, of
course. But it costs $100,000.'

The old man, waving off the last part about the cost, asks the
doctor to tell him about the second donor.

'This one belonged to a 16 year old long-distance swimmer, high
school kid. Lean and mean. Drowned when he hit his head on the
side of the pool. That heart'll set you back $150,000.'

'Okay,' said the old man, 'what about the third heart?'

'Well this one belonged to a 58 year-old man, smoked three packs
of cigarettes a day, weighed over 300 pounds, never exercised,
drank like a fish... this heart is going for $500,000.'

'Five-hundred grand?!?', the old man exclaimed, 'why so
expensive?'

'Well', said the doctor, 'this heart belonged to a lawyer... so
it was never used!'