Tampilkan postingan dengan label CATATAN MUTIARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN MUTIARA. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 November 2012
Minggu, 11 November 2012
bermuhasabah di 1 muharam (tahun baru Islam)
Author : rendy hidayat
Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Tidak terasa , sebentar lagi pada tanggal 1 muharam/15 november 2012 Masehi kita akan memasuki tahun baru 1434 hijriyah.. bagaimana kita memaknai ini??, apakah dengan berhijrah menuju perbaikkan di jalan ALLAH , ataukan masih sama dengan tahun2 yg lalu, tidak ada perubahan. sungguh rugi bila kitam masih sama dengan tahun-tahun yang lalu apalagi bila kita malah tambah lebih buruk dari tahun yang lalu , maka itu termasuk golongan orang-orang celaka. Maka dari itu saudara-saudaraku , mari kita memaknai 1 muharam 1434 H dengan semangat perubahan dan berhijrah untuk lebih baik di jalan ALLAH karena sunggu kita apa daya bila Tanpa ALLAH. 1 muharram identik dengan hijrah nabi Muhammad SAW
الذين ءامنوا وهاجروا وجاهدوا في سبيل الله بأموالهم وأنفسهم أعظم درجة عند الله , وأولئك هم الفائزون
“ Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah
dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi
Allah ; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan” [QS. At-Taubah : 20].
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman,
orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu
mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Al-Baqarah 2:218).
Mari Bermuhasabah
Dengan memasuki tahun baru Hijriah, kita akan memasuki 1 Muharram.
Yang berarti kita akan meninggalkan tahun lalu, dan memasuki tahun baru ,
yakni tahun baru 1434 Hijriah. Penyambutan tahun baru ini tidak
selayaknya seperti yang dilakukan orang-orang non Muslim saat merayakan
tahun baru Masehi, tetapi merayakannya sesuai dengan yang dicontohkan
Rasulullah SAW.
Kita manusia hanyalah mkahluk ciptaan ALLAH SWT, semua yang ada pada diri kita sekarang hanyalah titipan ALLAH. Harta, penglihatan, udara, bumi dan sesisinya termasuk keluarga smuanya hanyalah titipan ALLAH swt.. Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok atau lusa atau
minggu depan atau bulan depan atau tahun depan, kita akan mati. Sekarang
kita masih dapat menikmati tahun baru Hijriah, tetapi siapa tahu tahun
depan kita sudah tidak ada?.Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang
dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan
yang bijak. Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya (HR Ahmad)
kita Seharusnya terus bersyukur, selalu manjalankan perintahnya , berbuat kebaikan dan berjuang dijalan ALLAH..
Dalam menyambut tahun baru Hijriah, sangat penting bagi kita untuk
berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita
perbuat dan dosa atau maksiat yang telah kita kerjakan. Penilaian ini
bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan amal atau dosa
kita, tapi agar tahun mendatang lebih baik dengan memperbanyak ibadah
dan amal saleh serta mengurangi perbuatan dosa dan amal salah
mengingat saat Nabi muhammad SAW hijrah (pindah) atau mengungsi dari Kota Mekah ke Madinah,
karena mau dibunuh oleh orang-orang kafir Quraish saat itu.
Hikmah dari Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW
Pertama: perisitwa hijrah Rasululah dan para
sahabatnya dari Mekah ke Madinah merupakan tonggak sejarah yang
monumental dan memiliki mkjna yang sangat berarti bagi setiap Muslim,
karena hijrah merupakan tonggak kebangkitan Islam yang semula diliputi
suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekah menuju suasana yang
prospektif di Madinah.
Kedua: Hijrah mengandung semangat perjuangan tanpa
putus asa dan rasa opimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari
hal-hal yang buruk kepada yang baik, dan hijrah daru hal-hal yang baik
ke yang lebih baik lagi. Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya telah
melawan rasa sedih dan takut dengan berhijrah, meski harus meninggalkan
tanah kelahiran, sanak saudara
dan harta benda mereka.
dan harta benda mereka.
Ketiga: Hijrah mengandung semangat persaudaraan,
seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada saat beliau
mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar, bahkan beliau
telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup
di Madinah dan sekitarnya pada waktu itu.
Dalam konteks sekarang ini, pemaknaan hijrah tentu bukan selalu harus
identik dengan meninggalkan kampung halaman seperti yang dilakukan oleh
Rasulullah s.a.w. dan kaum Muhajirin, tetapi pemaknaan hijrah lebih
kepada nilai-nilai dan semangat berhijrah itu sendiri, karena hijrah
dalam arti seperti ini tidak akan pernah berhenti.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan, ada seorang yang mendatangi
Rasulullha dan berkata: “Wahai Rasulullah,saya baru saja mengunjungi
kaum yang berpendapat bahwa hijrah telah telah berakhir”, Rasulullah
bersabda: ”Sesungguhnya hijrah itu tidak ada hentinya, sehingga
terhentinya taubat, dan taubat itu tidak ada hentinya sehingga matahari
terbit darisebelah barat”.
MARILAH KITA SEMUA BERMUHASABAH, BERCERMIN PADA SEMUA PERBUATAN KITA DI TAHUN-TAHUN YANG LALU. MEMPERBAIKINYA DI TAHUN MENDATANG.. TERUS BERJUANG DI JALAN ALLAH. BERHIJRAH MENJADI LEBIH BAIK, BERHARAP HANYA PADA ALLAH DAN TERUS MENCARI RIDHA ALLAH. SELALU KEMBALI KEPADA ALLAH DALAM MENGHADAPI SITUASI APAPUN. INGATLAH, KITA DICIPTAKAN DARI TANAH DAN AKAN KEMBALI KE TANAH. SEMANGAT BER HIJRAH, SEMANGAT PERJUANGAN. ALLAHU AKBAR...!!!!!
Selamat tahun baru 1434 Hijriah
Author : rendy hidayat
Kamis, 08 November 2012
Memanfaatkan Waktu
Memanfaatkan Waktu Dunia
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang amal yang paling utama:
“Yaitu yang lebih tinggi nilai ketundukannya kepada Allah dan lebih
bermanfaat bagi hamba”.
Berikut ini adalah beberapa kiat mengisi waktu luang dan dimulai dari
yang utama kemudian berangsur sampai ke perkara-perkara mubah:
1. Mengahafal dan mempelajari kitabullah
Allah berfirman, artinya: “Sesung-guhnya orang-orang yang selalu
membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian
dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan
terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan
merugi.” (Fathir: 30)
Rasulullah bersabda, artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an kemudian mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari)
Rasulullah bersabda, artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an kemudian mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari)
Rasulullah juga bersabda, artinya: “Kepada Ahli Al-Qur’an dikatakan,
“bacalah dan naiklah! Urutkan sebagaimana engkau mengurutkan di dunia,
maka sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca”.
(HR. Abu Daud, hasan shahih)
Allah memudahkan Anda yang mau menghafal sebagaimana firman-Nya,
artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk
pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran” (Al-Qomar:17))
2. Membaca buku/kitab yang bermanfaat
Allah berfirman, artinya: “Allah mengangkat derajat orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang berilmu beberapa derajat” (QS:
Al-Mujadilah: 11)
Rasulullah bersabda, artinya: “Sesungguhnya penuntut ilmu dinaungi oleh para Malaikat dengan sayap mereka.” (Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)
Rasulullah bersabda, artinya: “Sesungguhnya penuntut ilmu dinaungi oleh para Malaikat dengan sayap mereka.” (Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)
Imam Ahmad berkata “Manusia lebih butuh kepada ilmu daripada kepada
makan dan minum, karena seseorang butuh makan dan minum sehari sekali
atau dua kali, sedang kebutuhannya pada ilmu adalah sejumlah nafasnya”.
3. Dzikrullah
Ia merupakan amalan yang mudah, tanpa biaya maupun susah payah,
padahal pahala dan keutamaannya sangat banyak. Allah berfirman, artinya:
“Ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu”
(Al-Baqarah: 152)
Rasul bersabda, artinya: “Maukah kalian kuberitahu amalan yang paling
baik dan paling suci menurut Sang Pemilikmu, mengangkat derajatmu,
lebih baik dari infak emas dan uang dan lebih baik dari beperang
membunuh musuh kemudian kamu ditebas lehermu? Mereka berkata “Ya, duhai
Rasul? Beliau bersabda, “Yaitu dzikir kepada Allah Ta’ala” (HR.
At-Tirmidzi)
Terutama dzikir pagi dan sore dan pada setiap memulai atau mengakhiri pekerjaan.
4. Jihad ( wisata umat Islam)
Umat yang paling mulia ini memiliki rihlah dan tamasya yang sejati,
sebagaimana sabada Nabi , yang artinya: “Tamasya/pesiarnya umatku adalah
berjihad (berjuang di jalan Allah)” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)
Rasul juga bersabda: “Satu pagi atau satu sore hari di jalan Allah
adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya” (HR. Al-Bukhari)
Ia menjanjikan kemenangan dan kejayaan di dunia dan yang paling pasti di akhirat, dengan syahid tanpa hisab, tanpa siksa kubur, dan masuk surga.
Allah berfirman, artinya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (Al-Anfal: 60)
Ia menjanjikan kemenangan dan kejayaan di dunia dan yang paling pasti di akhirat, dengan syahid tanpa hisab, tanpa siksa kubur, dan masuk surga.
Allah berfirman, artinya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (Al-Anfal: 60)
5. Bekerja sama dalam berdakwah
Allah berfirman, artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari
yang munkar, dan beriman kepada Allah.”(QS. 3:110)
Rasul bersabda: “Siapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah
dia merubahnya dengan tangan, jika tidak mampu maka dengan lisan, jika
tidak mampu maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman” (HR.
Muslim)
Rasul juga bersabda, artinya: “Sampaikan dariku meskipun satu ayat” HR. Al-Bukhari)
Rasul juga bersabda, artinya: “Sampaikan dariku meskipun satu ayat” HR. Al-Bukhari)
Sungguh kita tahu bahwa musuh Islam telah mengatur siasat dan
strategi dengan baik, maka wajiblah kita meningkatkan usaha keras kita
membela agama Allah.
6. Menunaikan Amalan Sunnah
Amalan-amalan sunnah dapat melengkapi kekurangan pada ibadah yang wajib dan dapat mengangkat derajat di sisi Allah.
Allah berfirman (dalam hadits Qudsi), yang artinya: “Siapa yang
memusuhi kekasih-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya, tiada sarana
pendekatan padaKu yang paling Aku cintai bagi hambaKu melebihi apa yang
Aku wajibkan padanya. HambaKu tiada hentinya mendekatiKu dengan
amalan-amalan sunnah sehingga Aku menyin-tainya.” (HR. Al-Bukhari)
Berusahalah semampu Anda untuk berlomba menunaikan amalan sunnah dari shalat, shadaqah, puasa dan lain-lain.
7. Menghadiri ceramah atau pengajian
Rasulullah bersabda: “Tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu
masjid Allah dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara
mereka, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, ketenangan turun
kepada mereka dan rahmat tercurah, serta Allah membangga-banggakan
mereka kepada malaikat yang ada disisiNya”. (HR. Muslim)
8. Ziarah Masjidil Haram dan Umrah
Rasulullah bersabda: “Satu umrah ke umrah yang lain adalah pelebur (dosa) antara keduanya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Begitu besar pahala shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
melebihi masjid di seluruh dunia,disana banyak sarana mencapai hidayah
Allah.
9. Mendengarkan kaset /CD
Baik itu ceramah keagamaan atau murattal Al-Qur’an, kemudian jika
perlu dibuat catatan dan ringkasan yang rapi, ini sangat bermanfaat bagi
diri sendiri dan juga orang lain.
10. Mengunjungi orang-orang shaleh di dalam atau di luar kota
Rasulullah mengisahkan: “Seorang menziarahi temannya di desa lain, di
tengah perjalanan Allah mengutus malaikat menyertainya, datang dan
bertanya: “Anda mau pergi kemana?” ia menjawab, “ke saudara di desa
sana”, “Apakah karena satu kenikmatan yang Anda inginkan? Ia menjawab:
“Tidak, saya hanya menyintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla” . Malaikat
berkata: “Sesungguhnya saya adalah utusan Allah (mengabarkan)
sesungguh-nya Allah telah menyintai Anda sebagaimana Anda telah
menyintainya karena Dia” (HR. Muslim)
11. Silaturrahmi
Sanak kerabat, teman, dengan saling menasehati dalam kebaikan dan
kesabaran, mereka itulah yang di puji Allah dalam firmanNya, artinya:
“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan
supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada
hisab yang buruk”. (QS. 13:21)
Rasullah bersabda: “Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan
dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia bersilturahmi” (HR. Al-Bukhari
Muslim)
12. Ziarah rumah sakit dan kuburan
Dimana kita dapatkan pahala yang agung, mendo’akan dan menghibur
orang sakit, sedangkan tentang kuburan Rasulullah n bersabda, artinya:
“Ziarahi ia (kuburan), karena sesungguhnya ia mengingatkan kamu pada
Akhirat” (HR. Muslim)
13. Mengadakan penelitian
Menyusun ikhtisar dari suatu buku atau kaset atau bisa juga melakukan
study lapangan mengenai berbagai perkembangan yang ada kemudian
hasilnya kita berikan kepada pihak yang sekiranya membutuhkan, siapa
tahu bisa dipublikasikan dan akan sangat banyak manfaatnya.
14. Membantu orang lain
Rasulullah bersabda, artinya: “Jika seseorang kalian berjalan bersama
saudaranya untuk memenuhi kebutuhan-nya dan menunjukkan dengan jarinya
maka itu lebih utama dari pada ber’itikaf di dalam masjidku (An-Nabawi)
ini selama dua bulan” (HR. At-Thabrani)
Beliau juga bersabda, artinya: “Siapa yang melepaskan kesulitan
seseorang mukmin dari urusan dunia maka Allah melepaskannya dari
kesulitan di hari Kiamat” (Muttafaq ‘alaihi)
15. Bepergian ke negara-negara Islam
Baik untuk tujuan dakwah, merenungi ciptaan Allah atau tujuan-tujuan
lain yang dibolehkan. Selain itu juga dapat menghilangkan kepenatan,
menambah relasi bisnis, ilmu dan budaya.
16. Membuka perpustakaan umum di masjid-masjid
Kemudian menyelenggarakan seminar, forum-forum ilmiah, diskusi,
majlis ta’lim atau halaqah disana yang ini semua akan menambah ilmu dan
persaudaraan.
17. Kegiatan bisnis/berdagang dengan halal
Itulah pencaharian Nabi , khalifah beliau Abu Bakar, Umar, Utsman dan
lain-lain yang mulia. Jangan sampai melakukan jual beli dengan
cara-cara yang haram atau berdagang barang-barang yang dilarang.
Allah berfirman, artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka
berte-baranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah
Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. 62:10)
18. Mengikuti kontrak kerja yang bermanfaat
Pada lapangan kerja yang halal bukan subhat atau haram, dalam
lingkungan dan aturan yang baik(sesuai dengan syariat). Dengan niat yang
ikhlas dan benar setiap usaha halal dapat bernilai ibadah.
19. Berlatih olah raga
Untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tubuh dengan catatan tidak
melalaikan dan tidak melanggar batasan syar’i, juga untuk persiapan
berjuang di jalan Allah, serta ketangguhan jiwa, sebab sebagaimana dalam
hadits riwayat Imam Muslim bahwa bila jiwa lelah ia akan jemu/bosan,
sesaat demi sesaat.
20. Mengikuti kursus-kursus
Meskipun dengan mengeluarkan biaya, dan tentunya juga harus melihat
kemampuan. Manfaatnya jelas tidak diragukan seperti, agronomi,
agro-bisnis, komputer, pertambangan, kelautan, kerajinan tangan/home
industri, tata boga, merawat taman, yang mendatangkan manfaat dan rizki
yang halal. Kemudian jika anda ternyata memiliki bakat tertentu, seperti
khot (menulis indah), pertukangan, percetakan sablon dan lain-lain ada
baiknya bila dikembangkan.
Disarikan dari waqafat ma’a al-waqti wa kaifa istiqhlal al-faraagh, Abdul Ilah bin Ibrahim Dawud (Waznin/alsofwah)
Sumber : http://www.kajianislam.net
Selasa, 06 November 2012
BAHAYA CINTA DUNIA
BAHAYA CINTA DUNIA
Oleh: Abdullah Sholeh Hadrami
Allah banyak sekali menerangkan dalam al-Qur’an tentang hakekat kehidupan dunia dan menganjurkan kepada kita agar bersikap zuhud terhadapnya serta memperingatkan kita akan bahaya cinta dunia tersebut, demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam sabda –sabdanya.
Allah berfirman: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak.” (QS. Al-Hadiid: 20)
Allah berfirman : “Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS.Az-Zukhruf: 35)
Allah berfirman: ”Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenagan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)
Allah berfirman: “ Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 16-17)
Allah berfirman: “Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu)” (QS. Al-Anfal: 67)
Allah berfirman: ”Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. Ar-Ra‘du: 26)
Dari sahabat Jabir Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam melewati sebuah pasar bersama beberapa sahabat. Beliau melihat seekor kambing cacat yang telah menjadi bangkai, Beliau mengambilnya dan memegang telinganya seraya bertanya: “ Siapa diantara kalian yang ingin menukar ini dengan satu dirham?” Para sahabat menjawab: tidak ada seorangpun dari kami yang ingin menukarnya dengan apapun, karena kami tidak dapat mengambil manfaat darinya sama sekali. Beliau meneruskan : “ Apakah ada yang ingin memilikinya?.” Para sahabat menjawab: Demi Allah, andaikan dia hidup diapun sudah cacat, apalagi ketika telah manjadi bangkai. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “ Demi Allah, dunia ini dihadapan Allah lebih hina daripada bangkai ini dihadapan kalian” (HR. Muslim dan Abu Dawud.)
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Tiadalah dunia dibanding akhirat melainkan hanyalah seperti air yang menempel di jari ketika salah seorang dari kalian mencelupkannya di laut.” (HR. Muslim dll)
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “ Seandainya dunia ini senilai sayap seekor nyamuk, di sisi Allah, pastilah Dia tidak akan memberi minum setetes air dunia pun kepada orang kafir.” (HR. At-Tirmidzi dll, shahih.)
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Apalah artinya aku dengan dunia, tiadalah aku di dunia melainkan seperti seorang yang dalam perjalanan bernaung dibawah pohon (sebentar), kemudian melanjutkan perjalanan lagi dan meninggalkan pohon tersebut.”(HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim, sahih.)
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berwasiat kepada sahabat Ibn Umar Radhiyallahu ‘Anhuma: “ Jadilah kamu di dunia ini seperti orang asing atau seorang yang dalam perjalanan.” (HR. Bukhari dll)
Berkata Yahya bin Mu’adz -rahimahullah : “ Dunia adalah khomer (arak)- nya setan, barangsiapa yang mabuk olehnya maka tidak akan tersadar kecuali apabila telah mati dengan penyesalan bersama orang-orang yang merugi.”
Berkata Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu: “ Tiadalah seseorang di dunia melainkan sebagai tamu dan hartanya adalah titipan. Tamu pasti pergi dan titipan harus dikembalikan.”
Berkata sebagian salaf -rahimahumullah: “ Semua manusia dalam keadaan tertidur, apabila telah mati barulah terbangun.”
Berkata Sa’id bin Jubair rahimahullah: “ Kesenangan menipu (dunia) yang dicela adalah yang melalaikan dari akhirat, adapun yang tidak melalaikan dari akhirat maka bukanlah kesenangan yang menipu (tidak tercela), akan tetapi kesenangan yang menyampaikan kepada kesenangan yang lebih baik lagi.”
Ya Allah berilah kami kebaikan dunia dan akhirat, amien
Kamis, 18 Oktober 2012
Antara Mencicil HP dan Kambing Kurban
Antara Mencicil HP dan Kambing Kurban
Arin tertegun merenungi, ternyata tahun 2007 akan segera berakhir.
Masih terngiang di ingatan Arin ketika dirinya berniat berkurban tahun
ini. Cita-cita yang tak lagi kesampaian seperti halnya tahun lalu. Arin
memandangi rekening tabungannya. Pemasukan dari penghasilannya lumayan
sudah, tapi pengeluarannya juga tidak sedikit. Entah kenapa, semenjak
pendapatannya mulai bertambah, kebutuhan hidupnya pun juga terus
meningkat.
Arin ingat, dulu ketika bekerja dengan disambi kuliah, Arin masih
sempat menyisihkan sebagian uangnya untuk berkurban. Padahal Arin tahu
benar, hampir setiap hari Arin harus jungkir balik dari pagi hingga
malam. Paginya, Arin mengerjakan pekerjaan freelance di daerah Depok.
Siangnya, musti berlari ke kampus yang jaraknya lumayan jauh di Jakarta
Pusat. Hampir setiap hari begitu. Jadi, tak jarang ketika uangnya habis
untuk ongkos-ongkos, Arin meminjam uang dari ibunya yang hanya
mengandalkan gaji pensiunan janda.
Aneh, pikir Arin saat ini. Dulu, ketika kuliah dan kerja, Arin
sanggup menyisihkan uang untuk kurban. Menabung tiap bulan dari 50.000
sampai 100.000 hingga pada bulan Dzulhijah, Arin bisa membeli kambing,
walau hanya mampu kelas B. Sekarang, begitu Arin tidak lagi berkuliah
dan hanya bekerja. Jangankan untuk berkurban, Arin bingung dengan begitu
banyaknya kebutuhan yang tiba-tiba.
Banyak sekali keinginan dan kebutuhan Arin yang tak terbendung.
Sebagian sudah terlaksana, sebagian lain belum. Kalau dipikir memang ada
beberapa kebutuhan yang benar-benar penting. Tapi, tak jarang juga, itu
hanya sekadar keinginan semata.
Hidup prihatin yang Arin jalani saat itu mengajarkan Arin untuk
mengatur uang sedemikian rupa dan menabung untuk bisa berkurban. Hidup
berlebih di kemudian hari, sepertinya menenggelamkan Arin pada
keinginan-keinginan yang belum tercapai sebelumnya.
Beberapa waktu lalu, Arin memiliki Hp dengan nilai jutaan rupiah,
mencicil dari sebuah pusat penjualan elektronik. Hp sebelumnya telah
rusak dan menurut Arin, itu adalah salah satu benda primer. Rencananya,
setelah selesai mencicil Hp, Arin akan mencicil motor. Menurut Arin ini
juga kebutuhan primer. Motor tersebut akan dipakai Arin untuk
transportasi ke kantornya.
Tapi, kemudian Arin bingung. Hp-nya kini telah di tangan. Iklan motor
bebek ada di meja belajarnya. Harga kambing yang ditawarkan kemarin
tidak mencapai 800.000. tidak lebih dari harga Hp Arin. Tapi, ketika
melihat tabungan, Arin tak lagi mendapatkan angka yang dia inginkan.
Arin jadi ingat, dia sempat mendapat nasihat dari pengajarnya dulu di
kampus. Dosen Arin itu membenarkan kalau berkurban tampak berat begitu
langsung mengeluarkannya dan memberi solusi dengan menabung terlebih
dahulu. Seperti halnya Hp yang Arin cicil. Yang menjadi pertanyaan
sekarang adalah kenapa mencicil Hp saja bisa, sedangkan berkurban seekor
kambing yang nilainya pahala, justru tidak bisa.
============ ========= ====
Mungkin banyak orang yang mengalami apa yang dialami Arin. Begitu
banyak keinginan dan kebutuhan di kala penghasilan sudah mulai
meningkat. Aturan matematika, ketika kebutuhan cukup menjadi tidak
berlaku. Entah karena pola konsumerisme yang mulai menggerogoti atau
itulah pola ekonomi secara umum. Padahal, kalau dihitung matematika,
dengan penghasilan Arin yang sekarang, dia bisa berkurban dengan
mudahnya. Tapi, yang terjadi malah tidak bisa sama sekali. Arin berkutat
pada kebutuhan pribadi. Seolah tak akan pernah usai dan tak ada
habisnya
Pernahkah kita berpikir bersama. Seringnya, nilai uang menjadi cukup
besar ketika kita ingin menyalurkan ke baitul Maal, tapi lain halnya
ketika dibawa ke Mall. Nilai Rp20.000 menjadi besar ketika kita ingin
memasukkan ke tabung di mesjid pada waktu sholat jumat. Tapi begitu
kecil ketika kita bawa ke mall. Tidak cukup untuk beli sepatu, kalau
makan pun hanya bisa beli paket murah meriah.
Banyak dari kita silau dengan kehidupan duniawi. Seolah-olah
segalanya yang terpajang di etalase adalah kebutuhan kita. Padahal,
sering itu hanya tipuan sesaat. Yah, pikiran saat itu, benda ini
”perlu”, tapi sebenarnya hanya ”ingin”.
Seyogyanya, ketika sanggup untuk mencicil kebutuhan duniawi, kenapa
malah justru sulit mencicil tabungan akhirat. Kalau segalanya dimulai
dengan menabung terlebih dahulu. kita bisa mendisiplinkan diri untuk
memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan .
Bahkan kita bisa saja memulai tabungan haji dari hari ini, bahkan
bisa dimulai dengan nilai 5.000 perak. Saya teringat dengan tetangga
saya yang mengais rezekinya dari berdagang di warung. Keinginannya
begitu besar untuk pergi haji. Kemudian, ibu warung, biasa dia
dipanggil, mulai bertanya pada tetangganya yang telah pergi haji.
”Nabung, Bu” Ibu warung pun mulai menabung dan siapa yang menduga.
Akhirnya, biaya naik haji tersebut tertutup dengan rezeki yang tak
diduga sebelumnya. Subhanallah, beliau sudah haji setelah beberapa tahun
kemudian, beliau dipanggil oleh Allah Swt.
Subhanallah, kalau memang sudah niat untuk beribadah di jalan Allah,
pasti ada jalan ke luar yang diberikan Allah. Seperti yang dialami bu
warung dan Arin di masa prihatinnya. Sekarang, tinggal bagaimana kita
mau memprioritaskan ke mana rezeki yang telah kita dapatkan dari Allah
Swt.
sumber :http://www.kisahteladan.com
Rabu, 17 Oktober 2012
KUMPULAN KATA KATA BIJAK ISLAMI
KATA KATA BIJAK ISLAMI

Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
ABU BAKAR :
1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu.
2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.
3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!”
UMAR BIN KHATTAB :
1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHAH :
1. Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
2. Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
3. Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
4. Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
UMAR BIN AZIZ :
1. Orang yang bertakwa itu dikekang.
2. Sesungguhnya syubhat itu pada yang halal.
3. Kemaafan yang utama itu adalah ketika berkuasa.
SUFFIAN AS THAURI :
1. Tidak ada ketaatan bagi kedua ibu-bapa pada perkara syubhat.
2. Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada dunia.
3. Menuntut ilmu lebih utama daripada solat sunat.”
Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus meski hanya sedikit. (Muhammad SAW)
Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun, asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah kuberikan itu. (Imam Syafi’i)
Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur. (Lukman Hakim).
Apabila secara kebetulan kamu menjadi orang yang dekat dengan penguasa, maka berhati-hatilah kamu seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang yang tajam sekali. (Imam Ghozali)
Aku tak suka memakai baju baru, hal itu kulakukan karena aku takut timbul iri hati tetangga-tetanggaku. (Abu Ayub as-Sakhtayani).
Allah telah memberikan petunjuk kepadaku sehinga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku. (Ali BinAbu Thalib).
Andaikata seseorang mau memikirkan kebesaran Allah, maka ia takkan sampai hati untuk melakukan perbuatan perbuatan dosa. (Bisyir)
Sifat rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan kebenaran dan menerima kebenaran itu yang datangnya dari siapapun. (Fudlail bin Iyadl).
Dalam shalatku selama 40 tahun, aku tak pernah lupa mendo’akan guruku yang bernama Imam Syafi’i. Itu kulakukan karena aku memperolah ilmu dari Allah lewat beliau. (Yahya bin Said al-Qathan).
Orang yang beramal tanpa didasari ilmu, maka amalnya akan sia-sia belaka, karena tidak diterima oleh Allah. (Ibnu Ruslan).
Fikiran merupakan sumber dari ilmu, sedang ilmu itu sendiri merupakan sumber amal. (Wahb).
Orang yang mengerti ilmu fikih berarti ia bisa makrifat kepada Allah dengan ilmunya menyebabkan ia kenal kepada-Nya. Bahkan dengan ilmunya ia bisa mengajar orang lain sampai pandai. (Syeikh Izzuddin bin Abdussalam).
Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang hari.(Imam Ghozali).
Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah. (Abul Hasan as-Sadzili).
Wahai Sayyidina Ali! Ketahuilah olehmu bahwa ada dua golongan yang celaka di hadapanmu. Pertama yaitu yang terlalu cinta kepadamu. Dan kedua yang terlalu benci kepadamu. (Nabi MUHAMMAD SAW).
Orang yang bijak tidak akan terpeleset oleh harta, dan meski terpeleset, ia akan tetap mendapatkan pegangan. (Abdullah bin Abbas).
Berfikir sesaat sungguh lebih mengesankan ketimbang mengerjakan shalat sepanjang malam. (Hasan Bashri).
Hal-hal yang bisa menyebabkan badan lemah antara lain sebagai berikut: Banyak makan makanan yang rasanya masam, sering bersedih, banyak minum air tetapi tidak makan sesuatu, serta sering melakukan hubungan seksual. (Imam Ghazali).
Barang siapa tidak mencintai untuk agama dan membenci untuk agama, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia tidak memiliki agama. (Abu Abdilah al- Shdiq).
Berhati-hatilah dari berteman dengan : Ulama yang bersikap tak peduli, pecinta ajaran sufi yang bodoh serta pemimpin-pemimpin yang lalai. (Sahl bin Abdullah).
Inginkan sesuatu dengan bakat yang kau miliki, dan jangan menginginkan sesuatu sesuai dengan nafsu atau seleramu. (Lukman Hakim).
Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang. (Syaikh Abdul Qodir Jailani).
Merenungkan tentang nikmat Allah sungguh merupakan salah satu ibadah yang utama. (Umar bin Abdul Azis).
Teman yang tidak membabantu kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling membantu maka hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman sejati dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu siasia belaka. (Imam Syafií).
Lihatlah orang-orang yang dibawahmu dalam usrusan harta dunia, dan jangan sekali-kali melihat yang berada di atasmu, supaya kamu tidak meremehkan karunia Allah yang diberikan kepadamu. (Nabi MUHAMMAD SAW).
Sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit kesenangan merupakan ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah. (Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani).
Barang siapa senang menjadi pemimpin, maka ia tidak akan mendapat kemenagan untuk selama-lamanya. (Fudhail bin Iyadh).
Siapa yang pada hari ini hanya memikirkan dirinya sendiri maka pada esok iapun akan memikirkan dirinya saja. Lebih dari itu, siapa yang pada hari ini memikirkan Allah maka besok ia akan selalu memikirkan Allah pula. (Abu Sulaiman).
Bersikap sabar kepada kawan yang berbuat jelek kepadamu sungguh lebih baik dari pada mencacinya. mencaci lebih baik dari pada memutuskan talisilaturahmi. Dan memutuskan tali silaturahmi lebih baik dari pada bertengkar. (Seorang Ulama).
Allah tidak memberi kekuatan terhadap orang-orang alim lewat suatu paksaan, akan tetapi Allah menguatkan mereka lewat pintu iman. (Sahl Ibnu Abdullah).
Ketahuilah olehmu, sesungguhnya akal hanya merupakan sesuatu alat untuk mencapai segala sesuatu yang hanya berhubungan dengan hamba atau manusia, bukan untuk mencapai Allah. (Ibnu Atha).
Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh kebajikan meski kelihatannya tidak berharga, yaitu seperti ketika kamu menyambut temanmu dengan menampakkan wajah berseri-seri. (Nabi Muhammad SAW).
Jika seseorang mati dalam keadaan punya hutang, padahal orang itu mampu membayarnya ketika masih hidup di dunia, maka kebahagiaannya akan diambil dan diberikan kepadanya dosa orang yang di hutanginya, lalu ia dijebloskan ke neraka. Namun, jika memang tidak mampu membayarnya, maka hanya kebaikannya saja yang diambil, lalu diberikan kepada pihak yang dihutangi. sedang dosa si pemberi hutang tidak diberikan kepada orang yang berhutang. (Ibnu Abdusalam).
Jalan yang diajarkan syariát islam adalah jalan yang paling tepat dalam pengerjaan ibadah kepada Allah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah istiqomah dalam mengerjakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya. (Abdu Khodir jailani).
Hendaklah kamu tetap berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu. (Lukman Hakim).
Kebahagiaanku jika mati sebelum baligh lalu aku dimasukkan kedalam syurga, tidak sebahagia jika aku hidup sampai tua dalam keadaan mengenal Allah yaitu yang paling bertaqwa, rajin mengerjaklan ibadah serta menerima apa apa yang telah di berikan Allah kepadaku. (Ali bin Abu Tholib).
Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja, akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu? (Hasan al Banna).
Barang siapa tidak peduli terhadap nasib agama, berarti ia tidak punya agama, barang siapa yang semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama Islam ditimpa suatu bencana, maka Islam tidak butuh kepada mereka. (Imam al-Ghazali).
Ilmu menginginkan untuk diamalkan. Apabila orang mengamalkannya, maka ilmu itu tetap ada. Namun sebaliknya, jika tidak diamalkan, maka ilmu akan hilang dengan sendirinya. (Sufyan ats-Tsauri).
Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah adalah ilmu yang paling baik. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
Bekerjalah untuk keperluan makanmu. Sedang yang paling baik bagi kau yaitu bangun di tengah malam dan berpuasa di siang hari. (Ibrahim bin Adham).
Jalan apa saja yang ditempuh seseorang dalam mengerjakan ibadah adalah sesaat kecuali jalan yang ditempuh oleh Muhammad SAW. Dalam pada itu, siapapun yang tidak mengikuti petunjuk kitab suci Al-Qurán dan hadits nabi, maka janganlah ia mengikuti pendapatku. Hal itu karena pendapatku berasal dari Qurán –Hadits. (Imam al-Junaid).
Orang yang tidak percaya bahwa Allah telah menjamin rezekinya, maka ia akan mendapat laknat dari Allah. (Hasanal-Bashri).
Dzikir seperti halnya jiwa dari semua amal, sedang keutamaan dan kelebihan dzikir tidak bisa dibatasi. (AL-Qusyairi).
Orang-orang yang tidak mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsunya, maka tidak akan mendapat pujian dari orang banyak. (Imam al-Ghazali).
Orang dermawan dekat kepada Allah, dekat pada rahmat-Nya, serta selamat dari siksa-Nya. Sedang orang kikir, jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya dan dekat sekali kepada siksa-Nya. (Nabi Muhammad SAW).
Barang siapa tidak meghargai nikmat, maka nikmat itu akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya. (Siriy Assaqathi).
Mengerjakan sesuatu sesuai dengan ketentuan hukum syara’ berarti menuju jalan kebahagiaan baik di dunia lebih-lebih di akhirat. Dan hendaklah kamu merasa takut jika kamu berpisah dengan orang-orang yang ahli di bidang agama. (Syaikh Abdul Qadir Jailani).
Saya merasa heran kepada orang-orang yang mengerjakan shalat subuh setelah matahari terbit. Lalu bagaimana mereka diberi rezeki. (Ulama Shalaf).
Para pembuat peti jenasah mengira bahwa tidak ada yang lebih busuk melebihi mayat orang-orang yang beriman. Bahkan diterangkan oleh Allah : Perut ulama jahat sungguh lebih busuk baunya dari itu. (Al-Auzaí).
Orang yang hanya sehari-harinya hanya sibuk mencari uang untuk kesejahteraan keluarganya, maka mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan. (Imam Syafií).
Tanda tanda orang yang celaka antara lain: Bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram, menjauhi nasihat (Nabi MUHAMMAD SAW).
Manisnya akhirat mustahil diraih oleh orang-orang yang suka terkenal di mata manusia. (Bisyir).
Dengan pengalaman akan bertambah ilmu pengetahuannya, dengan berdzikir menyebabkan bertambah rasa cinta dan dengan berfikir akan menambah rasa taqwa kepada Allah. (Hatim).
Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku tidak akan mencari jika untuk selain Allah. (Imam al-Ghazali).
Berfikir merupakan cermin untuk melihat apa-apa yang baik dan yang buruk pada dirimu. (Fudhail).
Ketahuilah bahwa satu majelis ilmu bisa menghapus dosa 70 majelis yang tidak ada gunanya. (Atha’bin Yassar).
Kulupakan dadaku dan kubelenggu penyakit tamakku, karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan kehinaan. (Imam Syafií).
Biasakan hatimu untuk bertafakur dan biasakan matamu dengan sering menangis. (AbuSulaiman ad-Darani).
Hidup didunia hanya merupakan tempat tinggal sementara untuk melanjutkan perjalanan nan jauh menuju keabadian. (Nabi MUHAMMAD SAW)
Setiap manusia hendaknya memperhatikan waktu dan sekaligus mengutamakannya. (Umar bin Utsman al-Maliky).
Apabila kamu melihat seseorang sedang memanjatkan doá kepada Allah, tetapi disisi lain perbuatannya tidak sesuai dengan hukum syara’, maka jauhilah orang itu. (Abdul Qasim an-Nawwawi).
Kuakui bahwa dosaku banyak sekali. Tapi, aku sadar, sesungguhnya rahmat Allah lebih luas dan lebih besar dari dosa-dosaku. (Abu Nawas).
Jika kamu berhadapan dengan gurumu, sesungguhnya secara hakikat kamu sedang berhadapan dengan rasul. Sadar akan hal itu, maka hormatilah gurumu. (Sebagian Ulama).
Setiap kamu adalah pemimpin, yaitu : Pemimpin terhadap diri dan keluarganya, pemimpin terhadap masyarakat dan bangsanya.( Mousthafaal-Gholayaini).
Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin. (Ali bin Abu Thalib).
Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
Siapa takut kepada Allah, maka tidak hidup marahnya, Siapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya tidak mengerjakan sesukanya. (Umar bin Khathhab).
Ya Allah! Seandainya Engkau akan mengadili kelak pada hari kiamat, maka jangan Kau adili aku di dekat (Nabi Muhammad SAW)
karena aku merasa malu jika mengaku sebagai umatnya padahal hidupku penuh dengan perbuatan dosa. (Muhammad Iqbal).
Cintai dan sayangilah para fakir miskin, maka Allah akan menyayangimu. (Nabi MUHAMMAD SAW).
Hendaklah kamu menjauhi keramaian orang banyak atau berúzlah,. Katakan demikian, karena orang banyak bisa
menyebabkan kamu berpaling dari Allah serta mendorong kamu untuk berbuat dosa. (Sayyid Bakri al-Maliki).
Yang disebut orang sufi, yaitu orang yang hatinya bersih dan selalu mengingat Allah. (Basyar bin al-Harits).
Tidak ada suatu kebahagiaan bagi ornag-orang muslim setelah mereka memeluk Islam, seperti kebahagiaan mereka ketika itu. (Anas r.a.).
Telah kurangkum pendapat 70 orang shiddiqin. Mereka sebagaian besar berpendapat bahwa banyak minum bisa menyebabkan banyak tidur. (Ibrahim bin Khawwas).
Aku tidak pernah melihat orang yang berakal, melainkan kutemukan dia takut kepada mati dan merasa susah dengannya. (Hasan).
Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah. (Imam Syafií).
Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaanpun baginya di sis Allah. (Adh-Dhahhak).
Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan zuhud atau tidak cinta kepada dunia. (Nabi MUHAMMAD SAW).
Orang yang cinta kepada Allah akan minum dari gelas kecintaan dan bumi menjadi sempit baginya. Ya, dia mengenal Allah dengan penuh ma’rifat kepada-Nya, tenggelam di samudra rindu kepada-Nya dan merasa asyik bermunajat kepada-Nya. (Asy-Syubali).
Aku suka mendoákan saudara-saudaraku sebanyak 70 orang, dan nama-nama mereka kusebut satu persatu dalam panjatan doáku itu. (Abu Darba).
Setiap manusia mempunyai orang yang dicintai dan yang dibenci. Tapi bagimu, jika ada maka berkumpullah kamu dengan orang-orang yang bertaqwa. (Imam Syafií).
Orang orang terdahulu jika pergi kerumah gurunya, maka mereka senantiasa memberi sesuatu untuk minta berkah. Bahkan mereka selalu menyenandungkan doá seperti ini: wahai Allah!”Ampunilah semua kesalahan guruku terhadapku, dan jangan sekalai-kali engkau menghilangkan berkah ilmunya untukku. (Sebagaian Ulama).
Jika aku mandapat ampunan dari Allah, maka hal itu merupakan rahmat yang sangat besar dari-Nya. Tetapi, jika sebaliknya, maka aku tidak akan mampu berbuat apapun. (Abu Nawas).
Pangkal dari seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah. (Abu Sulaiman Addarani).
Orang yang ma’rifat kepada Allah, maka ia terikat dengan cintannya, hatinya bisa melihat dan amal ibadahnya selalu bertambah banyak kepada-Nya. (Dzinnun al-Mishry).
Siapa yang memenuhi hatinya dengan kewaspadaan dan keikhlasan, maka Allah akan menghiasi badannya sebagai pembela agama dan menjadikan hadits sebagai pedoman hidup.
Yang disebut dengan teguh hati adalah memegang dengan sungguh-sungguh apa-apa yang dibutuhkan oleh kamu dan membuang yang selain itu. (Aktssam bin Shaifi).
Orang yang terkaya yaitu orang yang menerima pembagian Allah dengan rasa senang. (Ali bin Husein).
Kerjakan apa saja yang telah menjadi hak dan kewajibanmu, karena kebahagiaan hidupmu terletak di situ. (Musthafa al-Gholayani).
Ada dua hal tidak tertandingi kejelekannya, yaitu: Berbuat syirik dan membuat rugi umat Islam. Begitu pula, terdapat dua perkara yang tidak tertandingi kebaikannya, ialah : Beriman kepada Allah, serta memberi manfaat kepada umat Islam. (Kanjeng Nabi).
Pedagang yang berhati lemah takkan pernah untung ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya, seseorang harus menyalakan api supaya memperoleh cahaya. (Jalaludin Rumi).
Aku membaca sebagian kitab kuno, yang kandungannya ialah : Bahwasannya sebagian hal yang dipercepat siksaannya dan tak dapat ditunda adalah amanat itu dikhianati , kebaikan ditutupi, keluarga diputuskan dan meninds manusia. (Kholid ar-Robaí).
Memerintah atau mengawasi diri sendiri jauh lebih sulit dan lebih baik dari pada memerintah dan mengawasi sesuatu negeri. (Ibrahim bin Adham).
Ciri-ciri ulama akhirat antara lain: dia sangat berhati-hati dalam memberi fatwa, bahkan bersikeras untuk tidak berfatwa sama sekali. Apabila ditanya oleh orang tentang segala sesuatu yang diketahui baik yang bersumber dari Al Qurán, hadits, ijma’dan kiyas, maka ia menjelaskan sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, jika ia tidak mengetahui secara pasti, maka dengan jujur ia berkata : aku tidak tahu. (Imam al-Ghazali).
Hati-hatilah terhadap senda gurau, karena tidak sedikit bahaya yang terdapat didalamnya. Berapa banyak senda gurau anatara dua sahabat yang berakhir pada perkelahian.
Dunia adalah perniagaan, pasarnya ialah menyendiri, modalnya adalah taqwa, dan labanya adalah surga. (Aku Sulaiman ad-Darani).
Kehidupan seorang mukmin ibarat matahari, terbenam di suatu wilayah untuk terbit di wilayah lainnya. Dia selalu bersinar dan hidup serta tak pernah terbenam selamanya. (Muhammad Iqbal).
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar. Untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang melawannya dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bagaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga. (Syeikh Abdul QadirJailani).
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan adalah akhlak ular. Kebajikan yang dibalas dengan kejahatan adalah akhlak buaya. kebajikan yang dibalas dengan kebajikan adalah akhlak anjing. Kejahatan yang dibalas dengan kebajikan itulah akhlak manusia. (Nasirin).
Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung usaha maksimal. (Harun Al Rasyid)
Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu akan berkurang jika dibelanjakan tetapi ilmu akan bertambah jika dibelanjakan. (Ali bin Abi Thalib ra)
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. (Ibnu Mas’ud)
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)
Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling. (Uwais al Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)
Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)
Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi. (MI)
Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian. (Muadz bin Jabal ra)
Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah. (Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandar)
Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku,karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa dengan Rabb-ku. (Hasan Al-Basri)
Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang yang mau melakukannya, namun kebenaran adalah apa saja yang mencocoki Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus salih. (Anisya LM)
Bahaya kepandaian adalah berbuat sekehendak hati. Bahaya keberanian adalah melampaui batas. Bahaya toleransi adalah menyebut-nyebut kebaikannya. Bahaya kecantikan adalah sombong. Bahaya ucapan adalah dusta. Bahaya ilmu adalah lupa. Bahaya pemurah adalah berlebih-lebihan (Tengku Abdul Wahab)
Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika engkau punya tugas selesaikanlah segera” (Hasan Al-Banna)
Sumber : http://nowilkirin.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)




